class="bg-header-top">
Laroca

Nama Laroca berasal dari kata Larocca, dari Bahasa Spanyol yang artinya jalan pintas menuju surga. Nama awalnya Larocca namun ada pengurangan huruf c agar mudah ditulis dandisesuaikan dengan lidah Indonesia. “Ini diambil dari filosofi Spanyol yang berarti jalan pintas menuju surga. Kita ingin pencapaian yang diraih sampai surga dunia dan akhirat. Intinya Laroca menginginkan berkah dalam setiap jalannya sampai pada titik kesuksesan,” ujar Rico Vokalis Laroca.

Saat berdiri, personil Laroca ada 6 orang. Namun, seiring berjalannya waktu hanya menjadi 3 orang yang terdiri dari Rico (vocal), Sera (drum) dan Koko (guitar).
Single perdana yang dirilis adalah "Bebaskan Aku" yang merupakan ciptaan Rico, vokalis. Laroca masih tetap bermain di jalur pop alternatif namun diberi sedikit bumbu-bumbu dance dalam musiknya.

Laroca yakin, single tersebut akan memberi warna tersendiri di blantika musik Indonesia karena  musik yang menyenangkan dengan tempo agak cepat. “Dulunya Laroca identik dengan lagu mellow. Nah di single "Bebaskan Aku" meski liriknya sedih tapi musiknya segar dengan beat dance,” kata Rico.

Single "Bebaskan Aku" bercerita tentang orang yang mabok cinta, sekalipun disakiti berulang kali tapi tetap cinta. Si dia berharap ada yang membebaskan dan melepaskan cintanya untuk cinta yang baru, yang lebih memberikan ketulusan tanpa menyakiti.
Berawal dari bermain music secara iseng yang dilakukan oleh beberapa remaja satu tongkrongan di Palembang, kemudian Laroca terbentuk di tahun 2007 akhir. Anak-anak muda itu mencoba peruntungan dengan mengikuti berbagai festival. Salah satu ajang cukup bergengsi yang diikuti di tahun 2008 yaitu A Mild Live Wanted season 2. “Allhamdulillah menjadi finalis 10 besar nasional dan sempat membuat album kompilasi di salah satu label besar yang berjudul"Bantu Aku Melupakanmu". Sejak itu kita memantapkan diri untuk
menjadi band nasional yang dimulai karir di indie,” katanya.

Laroca sempat mendapatkan hati penikmat musik khususnya Sumatera bagian selatan (Palembang, Bengkulu, Jambi dan Lampung) dengan singlenya"Teman Curhat". Hal itu menjadi berkah tersendiri bagi Laroca yang kemudian sering diundang dan diajak manggung oleh event-event besar maupun kecil di Sumbagsel. Tapi di perjalanan, Laroca sempat terhenti karena beberapa personil Laroca membuat project band yang bernama OMS (Original Music Station) yaitu Rico (vocal), Koko (guitar) dan Ari (keyboard) bersama Pepep ST12 dan sempat on air di TV-TV nasional. Ketika OMS vakum, pada akhirnya Rico dan temen-temen Laroca lainnya berinisatif mengangkat kembali Larocca dengan nama sekarang, dengan nuansa musik yang segar. Namun personil Laroca tidak lengkap seperti pada awalnya karena banyak yang fokus dipekerjaannya masing-masing. Mereka akhirnya tinggal bertiga.

Soal kasus dengan band Armada, Laroca dan Armada sama-sama dari Palembang. Dahulu, personil Laroca sempat beberapa kali terjadi perombakan yaitu gitaris dan drummer. Hingga Laroca sempat mempunyai gitaris yang bernama Mahen, kini berganti nama Mai "Armada". Mai sendiri memutuskan untuk hengkang dari Laroca untuk bergabung bersama Armada yang saat itu juga melakukan proses rekaman.

“Dulu Laroca menyanyikan lagu Mai yang diaransemen bersama dalam bentuk indie atau CD demo yang berjudul “Melintasi Hidupku” yang sekarang  menjadi “Buka Hatimu" di Armada. Lagu ini pernah dibawakan Laroca saat masih
di Palembang dan sempat diputer di radio-radio atas inisiatif radio itu sendiri,” kata Koko.