class="bg-header-top">
Ksatria Band feat Gina 2Racun

Inilah duet terdahsyat yang ditelurkan NAGASWARA awal tahun ini. Ksatria adalah band asal Lombok, Nusa Tenggara Barat, dan Gina Youbi adalah personil 2Racun yang tengah naik daun. Gina sendiri sangat menyukai beberapa sample lagu Ksatria band. Begitu pula, Ksatria band yang mengagumi Gina dengan 2Racun. Sama-sama berada di bawah label NAGASWARA, keduanya kemudian dipasang untuk membawakan single “1 2 3, 2 3 4”.

“Semula lagu ini memang dibawakan saya dan teman-teman. Namun ada beberapa pertimbangan dari label, Ksatria kemudian diduetkan dengan Gina. Duet dengan Gina luar biasa,” kata Sahid, vokalis Ksatria.

Ksatria band yang digawangi oleh Lalu Alex (gitar), Abdus Sahid (vokal), Deky Arya Maulana (bas), Ade Suhendra (drum), dan Winky Winduwanto (keyboard), sejak awal terbentuk sudah mengkonsepkan musik-musik mereka di jalur Melayu modern alternative. Tepatnya, Ksatria band menyebut musik mereka sebagai percampuran antara musik Melayu yang diracuni dangdut dengan konsep tekno modern. Namun, warna band ini sebenarnya ada pada lantunan suara khas Sahid, vokalisnya yang sempat menjadi peserta ajang Kontes Dangdut TPI (KDI).

Lantas bagaimana kisah dibalik lahirnya lagu “1 2 3, 2 3 4”? Lagu tersebut diciptakan para personil Ksatria band secara tak sengaja ketika sedang bercanda. Kalimat “123 itu kata cintaku, dan 234 itu identik dengan nama sebuah merk rokok.” Alex yang membuat sebagian besar lagu-lagu Ksatria band, langsung mengambil gitar dan menyusun lirik sederhana tadi menjadi sebuah lagu lengkap. Isi lagu ini bercerita tentang sebuah hubungan jarak jauh dan kesetiaan cinta.

Nama Ksatria sebagi identitas band mereka berarti “pejuang yang terus berjuang pantang mundur”. Seperti itulah para personil Ksatria band ingin terjun ke dunia musik dan memperkenalkan karya-karya mereka ke sebanyak mungkin penikmat musik Tanah Air. Dibentuk di daerah asal mereka di Lombok, Ksatria band kemudian menggaet Sahid sebagai front man mereka. Masuk Jakarta, sejumlah prestasi mereka catatkan di panggung musik.

“Bagi kami, musik sudah harga mati. Kami ingin dikenal dengan karya-karya kami,” ujar Alex.

Maka, dengan peralatan musik yang terbilang sederhana, Alex dan rekan-rekannya lalu membuat sejumlah lagu dan menjadikannya sebagai demo. Sempat ditolak di beberapa label, Ksatria band lalu diperoduseri oleh sahabat mereka, Izzy “Kangen band”, dan dibawa bertemu dengan bos NAGASWARA, Rahayu Kertawiguna. Dari sinilah Satria band meretas mimpi mereka di industri rekaman.